berikut ini yang termasuk kegiatan pengukuran adalah
Adapunrumus pengukuran tingkat efisiensi ini adalah sebagai berikut: Keterangan: Output adalah hasil yang dicapai melalui kebijakan program dan juga aktivitas. Input adalah realisasi anggaran. Kriteria efisiensi tersebut adalah sebagai berikut: Apabila nilai perbandingan yang diperoleh kurang dari 100% (X < 100%), maka artinya tidak efisien.
Er Sucht Sie Kölner Stadt Anzeiger. – Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering melakukan pengukuran. Pembuatan rumah, gedung, jembatan, jalan raya, furnitur, pakaian, sepatu, dan produk lainnya menggunakan pengukuran dalam proses desain produknya. Pengertian pengukuran Namun apakah sebenarnya pengukuran itu? Untuk mengatahui jawabannya, berikut adalah pengertian pengukuran menurut para ahli Nunnally dan Bernstein J. C. Nunnally dan Bernstein dalam buku The Asessment of Reliability. Psychometric Theory 1994 menyebutkan bahwa pengukuran adalah aturan untuk menetapkan simbol ke obyek. Sehingga mewakili jumlah atribut secara numeric penskalaan dan menentukan apakah obyek termasuk dalam kategori yang sama atau berbeda sehubungan dengan atribut yang diberikan. Calongesi Calongesi dalam buku Merancang Tes untuk Menilai Prestasi Siswa 1995 menyebutkan pengukuran adalah suatu proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah juga Ketidakpastian dalam Pengukuran Wiersma dan Jurs W. Wiersma dan S. Jurs dalam buku Educational Measurement and Testing 1990 menyebutkan bahwa pengukuran adalah penilaian numerik pada fakta-fakta dari obyek yang hendak diukur menurut kriteria atau satuan-satuan tertentu. Umar J. Umar dalam Pengantar Penilaian Pendidikan 1991 menyebutkan bahwa pengukuran adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan informasi data secara kuantitatif. Allen dan Yen Allendan Yen dalam buku Introduction to Measurement Theory 1997 menyebutkan bahwa pengukuran adalah penetapan angka bagi individu dengan cara sistematis yang mencerminkan sifat atau karakteristik dari individu tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa definisi pengukuran adalah membandingkan besaran yang diukur dengan besaran yang sesuai. Macam-macam pengukuran Pengukuran berdasarkan prosesnya terbagi menjadi dua, yaitu pengukuran langsung dan pengukuran tidak langsung. Berikut penjelasannya
Besaran, Satuan, Pengukuran – Pengertian, Tabel dan Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Besaran, Satuan, Pengukuran yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, tabel dan contoh, untuk lebih memahami dan mengerti simak ulasan dibawah ini. Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur, serta dapat dinyatakan dengan angka dan memiliki berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca. Besaran Fisika sendiri dibagi menjadi 2, yaitu besaran pokok dan besaran turunan Besaran Pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan para ahli fisika. Besaran pokok yang paling umum ada 7 macam, yaitu Panjang m, Massa kg, Waktu s, Suhu K, Kuat Arus Listrik A, Intensitas Cahaya cd, dan Jumlah Zat mol. Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari pengukuran langsung, mempunyai satu satuan tidak satuan ganda, dan ditetapkan terlebih dahulu.. Selain itu, terdapat dua besaran tambahan yang tidak memiliki dimensi, yakni sudut datar dan sudut ruang tiga dimensi. BESARAN SATUAN LAMBANG SATUAN Panjang Meter m Massa Kilogram kg Waktu Sekon s Suhu Kelvin K Kuat Arus Ampere A Intensitas Cahaya Candela cd Jumlah Zat Mol mol Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait Angka Romawi Besaran Besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Besaran ini ada banyak suatu besaran turunan merupakan perkalian besaran pokok , satuan besaran turunan itu juga merupakan perkalian satuan besaran pokok, begitu juga berlaku didalam satuan besaran turunan yang merupakan pembagian besaran pokok. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan dari besaran pokok. BESARAN TURUNAN NAMA SATUAN LAMBANG SATUAN Kecepatan meter/sekon m/s Massa jenis kilogram/meter3 kg/m3 Luas meter2 m2 Volume meter3 m3 Gaya newton N energi = joule = j Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah. Tabel Besaran Tambahan BESARAN TAMBAHAN SATUAN LAMBANG SATUAN Sudut Datar Radian rad Sudut Ruang Steradian sr Selain itu, berdasarkan ada tidaknya arah, besaran juga dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran skalar dan besaran vector. Besaran skalar yaitu besaran yang mempunyai besar dan satuan saja tanpa memiliki arah. Contoh panjang, massa, waktu Besaran vektor yaitu besaran yang memiliki besar nilai, satuan dan arah. Contoh kecepatan, gaya, perpindahan, dll. Pengertian Satuan Satuan adalah suatu pembanding dalam pengukuran atau membandingkan besaran dengan yang lain yang dipakai oleh patokan. Satuan merupakan salah satu komponen besaran yang menjadi standar dari suatu besaran. Adanya berbagai macam satuan untuk besaran yang sama akan menimbulkan kesulitan. Kalian harus melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu untuk memecahkan persoalan yang ada. Dengan adanya kesulitan tersebut, para ahli sepakat untuk menggunakan satu sistem satuan, yaitu menggunakan satuan standar Sistem Internasional, disebut Systeme Internationale d’Unites SI. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait Pesawat Sederhana Satuan Internasional adalah satuan yang diakui penggunaannya secara internasional serta memiliki standar yang sudah baku. Satuan ini dibuat untuk menghindari kesalahpahaman yang timbul dalam bidang ilmiah karena adanya perbedaan satuan yang digunakan. Pada awalnya, Sistem Internasional disebut sebagai Metre – Kilogram – Second MKS. Selanjutnya pada Konferensi Berat dan Pengukuran Tahun 1948, tiga satuan yaitu newton N, joule J, dan watt W ditambahkan ke dalam SI. Akan tetapi, pada tahun 1960, tujuh Satuan Internasional dari besaran pokok telah ditetapkan yaitu meter, kilogram, sekon, ampere, kelvin, mol, dan kandela. Sistem MKS menggantikan sistem metrik, yaitu suatu sistem satuan desimal yang mengacu pada meter, gram yang didefinisikan sebagai massa satu sentimeter kubik air, dan detik. Sistem itu juga disebut sistem Centimeter – Gram – Second CGS. Satuan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu satuan tidak baku dan satuan baku. Standar satuan tidak baku tidak sama di setiap tempat, misalnya jengkal dan hasta. Sementara itu, standar satuan baku telah ditetapkan sama di setiap tempat. Satuan Baku. Adalah satuan yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya secara internasional tau disebut dengan satuan internasional SI. Contoh meter, kilogram, dan detik. Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu Sistem MKS Meter Kilogram Sekon Sistem CGS Centimeter Gram Second Tabel Satuan Baku BESARAN POKOK SATUAN MKS SATUAN CGS Massa kilogram kg gram g Panjang meter m centimeter cm Waktu sekon s sekon s Kuat Arus ampere A statampere statA Suhu kelvin K kelvin K Intensitas Cahaya candela Cd candela Cd Jumlah Zat kilomole mol mol Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional dan hanya digunakan pada suatu wilayah tertentu. Contoh depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah. Pengertian Pengukuran Fisika adalah ilmu yang mempelajari gejala alam seperti gerak, kalor, cahaya, bunyi , listrik, dan magnet. Proses pengamatan gejala alam tersebut bermula dari pengamatan yang dilakukan oleh indera kita. Akan tetapi pengamatan tersebut harus disertai dengan data kuantitatif yang dapat diperoleh dari hasil pengukuran. Pada proses pengukuran, alat ukur merupakan bagian terpenting dari sebuah pengamatan. Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari sesungguhnya kita tidak pernah luput dari kegiatan pengukuran. Kita membeli minyak goreng, gula, beras, daging, mengukur tinggi badan, menimbang berat, mengukur suhu tubuh merupakan bentuk aktivitas pengukuran. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait Tabel T Statistik Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengukuran merupakan bagian dari kehidupan manusia. Melalui hasil pengukuran kita bisa membedakan antara satu dengan yang lainnya. Pengukuran agar memberikan hasil yang baik maka haruslah menggunakan alat ukur yang memenuhi syarat. Suatu alat ukur dikatakan baik bila memenuhi syarat yaitu valid sahihdan reliable dipercaya. Disamping ke dua syarat di atas, ketelitian alat ukur juga harus diperhatikan. Semakin teliti alat ukur yang digunakan, maka semakin baik kualitas alat ukur tersebut. Mengukur pada hakikatnya adalah membandingkan suatu besaran dengan suatu besaran yang sudah distandar. Pengukuran panjang dilakukan dengan menggunakan mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup. Pengukuran berat menggunakan neraca dengan berbagai ketelitian, mengukur kuat arus listrik menggunakan ampermeter, mengukur waktu dengan stopwatch, mengukur suhu dengan termometer, dan lain sebagainya. Mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca, amper meter, termometer merupakan alat ukur yang sudah distandar. Penggunaan alat ukur yang sudah distandar, maka siapapun yang melakukan pengukuran, dimanapun pengukuran itu dilakukan, dan kapanpun pengukuran itu dilaksanakan akan memberikan hasil yang relatif sama. Instrumen Pengukuran Instumen pengukuran adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Hasil akhir dari proses pengukuran sangat tergantung pada kemampuan alat ukur yang digunakan. Kemampuan alat ukur dapat diketahui dari berbagai kriteria yang ditetapkan, diantaranya adalah accuracy, adalah kemampuan alat ukur untuk memberikan hasil ukur yang mendekati hasil sebenarnya. Presisi, adalah kemampuan alat ukur untuk memberikan hasil yang sama dari pengukuran yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama. Sensitivitas, adalah tingkat kepekaan alat ukur terhadap perubahan besaraan yang akan diukur. Kesalahan error , adalah penyimpangan hasil ukur terhadap nilai yang sebenarnya Idealnya sebuah alat ukur memiliki accuracy, presisi dan sensitivitas yang baik sehingga tingkat kesalahannya relatif kecil dan data yang dihasilkan akan akurat. Pengukuran Besaran Pokok Terdiri atas a. Pengukuran Besaran Panjang Pengukuran besaran panjang bisa dilakukan dengan menggunakan mistar, jangka sorong, atau mikrometer sekrup. Alat ukur tersebut memiliki nilai ketelitian yang berbeda-beda. Nilai ketelitian adalah nilai terkecil yang masih dapat diukur. Mistar penggaris Mistar merupakan alat ukur panjang yang paling sederhana dan sudah lumrah dikenal orang. Ada dua jenis mistar yang sering digunakan, yaitu stik meter dan mistar metrik. Stik meter memiliki panjang 1 meter dan memiliki skala desimeter, sentimeter, dan milimeter. Mistar metrik memiliki panjang 30 sentimeter. Mistar memiliki skala pengukuran terkecil 1 milimeter, sesuai dengan jarak garis terkecil antara dua garis yang saling berdekatan. Ketelitiannya adalah 0,5 milimeter, atau setengah dari skala terkecil. Ketika kita akan mengukur panjang suatu objek dengan menggunakan sebuah mistar kita letakan ujung mistar yang menunjukan nilai nol ke ujung objek yang akan diukur, kemudian baca panjang skala yang terdekat dengan ujung objek yang diukur tersebut. Angka tersebut menunjukan panjang objek yang kita ukur Untuk pengukuran dengan menggunakan mistar atau penggaris, kita harus membaca skala pada alat secara benar, yaitu posisi mata tepat di atas tanda yang akan dibaca. Posisi yang salah akan menyebabkan kesalahan baca atau kesalahan paralaks. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait Persamaan Linear Satu Variabel Meteran lipat pita pengukur Digunakan untuk megukur suatu obyek yang tidak bisa dilakukan dengan mistar, misalnya karena ukurannya terlalu panjang atau bentuknya tidak lurus. Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 1 mm. Jangka sorong Jangka sorong dipakai untuk mengukur suatu benda dengan panjang yang kurang dari 1mm. Skala terkecil atau tingkat ketelitian pengukurannya sampai dengan 0,01 cm atau 0,1 mm. Umumnya, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, diameter bola, ebal uang logam, dan diameter bagian dalam tabung. Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu Skala Utama/tetap, yang terdapat pada rahang tetap jangka sorong. Skala Nonius, yaitu skala yang terdapat pada rahang sorong yang dapat bergeser/digerakan. Mikrometer Sekrup Mikrometer sekrup merupakan alat ukur panjang dengan ingkat ketelitian terkecil yaiu 0,01 mm atau 0,001 cm. Skala terkecil skala nonius pada mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser, sedangkan skala utama terdapat pada rahang tetap. Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter benda bundar dan plat yang sangat tipis. Digunakan untuk mengetahui ukuran panjang yang sangat kecil Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,01 mm b. Alat Ukur Massa Berdasarkan cara kerjanya dan ketelitiannya neraca dibedakan menjadi tiga, yaitu Neraca digital, yaitu neraca yang bekerja dengan sistem elektronik. Tingkat ketelitiannya hingga 0,001g. Neraca O’Hauss, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian hingga Neraca sama lengan, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian mencapai 1 mg atau 0,001g. Ada empat macam prinsip kerja neraca, yaitu Prinsip kesetimbangan gaya gravitasi, contoh neraca sama lenga Prinsip kesetimbangan momen gaya, contoh neraca dacin Prinsip kesetimbangan gaya elastis, contoh neraca pegas untuk menimbang bahan-bahan ku Prinsip inersia kelembaman, contoh neraca inersia c. Alat Ukur Waktu Sebenarnya ada banyak alat ukur waktu yang tersedia, seperti jam tangan, jam dinding, jam bandul dan sebagainya. Namun yang sering digunakan di laboratorium adalah stopwatch. Satuan internasional untuk waktu adalah detik atau sekon. Satu sekon standar adalah waktu yang dibuuhkan oleh atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak kali. Alat yang digunakan untuk mengukur waktu, antara lain jam matahari, jam dinding, arloji dengan ketelitian 1 sekon, dan stopwatch ketelitian 0,1 sekon. d. Alat Ukur Suhu temperatur Alat ukur suhu adalah termometer, dan ada banyak jenis termomter. Dilihat dari jenis skala ada tiga macam termomometer, yaitu Celcius, Fahrenheit, dan Reamur. Ditinjau dari bahan termometrik yang digunakan juga ada tiga jenis termometer, yaitu termometer gas, zat cair, dan zat padat termokopel dan hambatan platina. Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait Pertidaksamaan Linear Satu Variabel e. Alat Ukur Massa jenis Massa jenis termasuk besaran turunan yaitu sama dengan massa dibagai volume benda. Oleh karena itu, untuk menentukan massa jenis sebuah benda kita perlu dua alat ukur, yaitu alat ukur massa neraca dan alat ukur volume penggaris untuk benda yang teratur bentuknya atau gelas ukur. Cara lain untuk mengukur volume benda adalah dengan memasukkan benda langsung ke dalam gelas ukur. Contoh Mula-mula air pada gelas ukur menunjuk skala pada 12,4 ml. Setelah sebuah benda dimasukkan pada gelas ukur, air menunjuk pada skala 20,2 ml. Jadi volume benda tersebut adalah 20,2 ml – 12,4 ml atau 7,8 ml. Daftar Pustaka Depdiknas. 2005. Ilmu Pengetahuan Alam-Fisika. Jakarta Dirjen Dikdasmen Slamet, A., dkk. 2008. Praktikum IPA. Jakarta Dirjen Dikti Depdiknas. Soejoto dan Sustini, E. 1993. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Dirjen Dikti. Depdiknas. Demikianlah pembahasan mengenai Besaran, Satuan, Pengukuran – Pengertian, Tabel dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.
putri3096 putri3096 Fisika Sekolah Menengah Pertama terjawab Iklan Iklan joshuauntung joshuauntung Ini adalah definisi pengukura. Pengukuran adalah kegiatan membandingkan nilai besaran yang diukur dengan alat ukur yang ditetapkan sebagai....SATUAN. kongkonh oi ko Makasih Thank you Makasoh Iklan Iklan Pertanyaan baru di Fisika sebuah benda di letakkan sejauh 3 cm di depan cermin cembung jika jarak fokus cermin 6 cm. tentukanlah perbesaran bayangan dua benda yang berjarak 22 m mengapung diatas permukaan air laut. salah satu benda tersebut berada di atas puncak gelombang dan benda yang lain berada … di dasar gelombang. jika diantara kedua benda terdapat 5 bukit gelombang dan cepat rambat 10 m/s, besar frekuensi gelombang air laut tersebut adalahjika massa jenis air 1000kg/m³ dan gravitasi bumi 10 m/s², tekanan hidrotatis yang di terima ikan sebesar upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru, kecuali Air sungai mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang rendah karna ada energi dari luar energi yg dimaksud adalah sebuah teropong medan memiliki lensa objektif pembalik dan okuler . masing-masing dengan kekuatan 2D , 20D , dan 20D jika teropong digunakan melihat o … bjek pada jarak jauh , ternyata mata berakomodasi sejauh 45 cm maka berapa besarnya pergeseran lensa okuler? tolong jawab pakai rumus yg benar Sebelumnya Berikutnya Iklan
Pengertian Pengukuran Dalam Fisika, Pengukuran didefinisikan sebagai berikut Pengukuran adalah kegiatan membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran lain yang sejenis yang telah ditetapkan sebagai satuan Maksud dari definisi tersebut adalah misalkan kita sedang mengukur panjang buku menggunakan penggaris, berati kita sedang membandingkan panjang buku dengan panjang penggaris tersebut dimana penggaris adalah alat ukur besaran panjang yang sudah ditetapkan sebagai satuan di dalam penggaris terdapat skala m, cm, atau inch. Jenis-Jenis Pengukuran Dalam proses pengukuran besaran dalam fisika, ada beberapa jenis-jenis pengukuran, yaitu 1. Berdasarkan Metode Pengukuran Berdasarkan metode pengukuran, jenis pengukuran dibedakan menjadi 2 yaitu A. Pengukuran Langsung Pengukuran langsung adalah proses pengukuran dengan memakai alat ukur langsung dimana hasil pengukuran langsung terbaca pada alat ukur tersebut. Contohnya ketika kita mengukur panjang buku dengan mistar, berarti kita melakukan pengukuran langsung karena hasil pengukuran panjang buku terbaca langsung pada skala mistar tersebut. B. Pengukuran Tidak Langsung Pengukuran tidak langsung adalah proses pengukuran suatu besaran dengan cara mengukur besaran lain. Pada pengukuran tidak langsung, digunakan beberapa jenis alat ukur, dan hasil pengukuran nantinya merupakan hasil operasi bisa pembagian/perkalian dari hasil pengukuran alat-alat ukur tersebut. Misalkan untuk mengukur kecepatan gerak suatu benda, maka besaran-besaran yang harus kita ukur adalah panjang dan waktu v = s/t. Jadi alat ukur yang digunakan adalah alat ukur panjang seperti penggaris/rollmeter dan alat ukur waktu seperti stopwatch. Dan hasil pengukuran nantinya dalah hasil pengukuran penggaris/rollmeter dibagi hasil pengukuran stopwatch. 2. Berdasarkan Banyaknya Pengukuran A. Pengukuran Tunggal Pengukuran tunggal adalah pengukuran yang hanya dilakukan satu kali. Pengukuran tunggal dilakukan jika - Besaran yang diukur tidak berubah-ubah, sehingga hanya dengan pengukuran tunggal, hasil pengukuran dianggap cukup akurat - Kesempatan untuk melakukan pengukuran hanya satu kali. B. Pengukuran Berulang Pengukuran berulang adalah pengukuran yang dilakukan berkali-kali. Pengukuran tunggal dilakukan karena - Pengukuran tunggal memberikan hasil yang kurang teliti - Hasil Pengukuran tunggal lebih mendekati nilai yang sebenarnya Macam-Macam Alat Ukur Besaran Fisika Alat Ukur Besaran Panjang Alat-alat ukur yang dipakai untuk mengukur panjang suatu benda antara lain mistar, rollmeter, jangka sorong dan mikrometer sekrup 1. Mistar Mistar/penggaris biasanya digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak terlalu panjang. Misalnya untuk mengukur panjang meja, buku, pensil dan sebagainya. Tingkat ketelitian mistar adalah 0,5 mm. Gambar Mistar 2. Rollmeter Rollmeter merupakan alat ukur panjang yang dapat digulung dengan panjang 25-50 meter. Rollmeter ini biasanya dipakai oleh tukang bangunan atau pengukur jalan. Ketelitian pengukuran dengan rollmeter adalah 0,5 mm. Gambar Rollmeter 3. Jangka Sorong Jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang, kedalaman, tebal, kedalaman lubang, dan diameter baik diameter luar maupun diameter dalam suatu benda. Jangka sorong memiliki tingkat ketelitian 0,1 mm Gambar Jangka Sorong 4. Mikrometer Sekrup Mikrometer sekrup merupakan alat ukur ketebalan benda yang relatif tipis seperi kertas, seng dan karbon. Mikrometer sekrup memiliki tingkat ketelitian sebesar 0,01 mm. Gambar Mikrometer Sekrup Alat Ukur Besaran Massa 1. Neraca Analitis Dua Lengan Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda seperti emas, batu, kristal benda dan sebagainya. Tingkat ketelitian neraca analitis dua lengan adalah 0,1 gram. Gambar Neraca Dua Lengan 2. Neraca Lengan Gantung Neraca lengan gantung biasanya digunakan untuk mengukur massa yang relatif besar seperti massa 1 karung beras, jagung dan sebagainya. Cara menggunakan neraca ini adalah dengan menggeser-geser beban pemberat di sepanjang batang neraca. Gambar Neraca Lengan Gantung 3. Neraca Ohauss Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda atau logam dalam praktek laboratorium. Beban maksimal yang mampu ditimbang menggunakan neraca ini adalah 311 gram. Batas ketelitian neraca Ohauss adalah 0,1 gram Gambar Neraca Ohauss 4. Neraca Pegas Neraca pegas sering disebut dinamometer berfungsi untuk mengukur massa dan atau berat benda. Neraca ini memiliki dua skala, yaitu skala N newton untuk mengukur berat dan skala g gram untuk mengukur massa. Gambar Neraca Pegas 5. Neraca Digital Neraca digital atau neraca elektronik ini di dalam penggunaannya sangat praktis karena besar massa benda yang diukur langsung terbaca pada layar. Ketelitian neraca digital ini sampai dengan 0,001 gram. Gambar Neraca Digital Alat Ukur Besaran Waktu 1. Arloji Pada umumnya alat ukur waktu ini memiliki tingkat ketelitian 1 detik Gambar Arloji 2. Stopwatch Stopwatch biasanya digunakan untuk mengukur waktu dalam kegiatan olahraga atau dalam praktik penelitian. Tingkat ketelitian alat ukur ini adalah 0,1 detik Gambar Stopwatch 3. Penunjuk Waktu Elektronik Tingkat ketelitian alat ukur ini mencapai 1/1000 detik. Gambar Penunjuk Waktu Elektronik 4. Jam Atom Cesium Dibuat dengan tingkat ketelitian 1 detik tiap tahun, artinya kesalahan pengukuran kira-kira 1 detik dalam kurun waktu tahun. Gambar Jam Atom Alat Ukur Besaran Arus Listrik Alat untuk mengukur kuat arus listrik disebut amperemeter. Ampere meter mempunyai hambatan dalam yang sangat kecil, pemakaiannya harus dihubungkan secara seri pada rangkaian yang diukur, sehingga jarum menunjuk angka yang merupakan besarnya arus listrik yang mengalir. Gambar Ampere meter Alat Ukur Besaran Suhu Untuk mengukur suhu suatu sistem umumnya menggunakan termometer. Termometer dibuat berdasarkan prinsip pemuaian. Termometer biasanya terbuat dari sebuah tabung pipa kapiler tertutup yang berisi air raksa yang diberi skala. Ketika suhu bertambah, air raksa dan tabung memuai. Pemuaian yang terjadi pada air raksa lebih besar dibandingkan pemuaian pada tabung kapiler. Naiknya ketinggian permukaan raksa dalam tabung kapiler dibaca sebagai kenaikan suhu. Gambar Termometer Demikianlah artikel tentang pengertian dan jenis-jenis pengukuran serta alat-alat ukur besaran fisika. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.
1. Alat-alat berikut yang termasuk dalam alat ukur presisi adalah …. a. jangka sorong b. jangka kaki c. jangka bengkok d. jangka orleon e. mistar ukur Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah a. jangka sorong 2. Perhatikan gambar berikut! Alat di atas dinamakan a. mikrometer b. jangka sorong c. dial indicator d. mistar baja e. mistar geser Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah b. jangka sorong 3. Alat ukur yang biasa digunakan operator mesin yang dapat mengukur panjang sampai dengan 200 mm adalah .... a. jangka sorong b. mikrometer c. dial indicator d. mistar baja e. mistar geser Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah a. jangka sorong 4. Perhatikan gambar di bawah ini!Pada gambar di atas merupakan pembacaan jangka sorong untuk ketelitian ... mm a. 0,03 b. c. 0,05 d. 0,06 e. 0,07 Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah c. 0,05 5. Bagian mikrometer yang berfungsi sebagai peraba halus untuk meyakinkan bahwa spindle sudah menyentuh benda kerja adalah ... a. anvil b. outer sleeve c. lock clamp d. ratchet e. skala nonius Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah d. ratchet 6. Gambar di bawah ini berfungsi untuk .... a. mengukur diameter luar b. mengukur diameter dalam c. memutar spindle d. mengukur kedalaman e. pembanding Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah b. mengukur diameter dalam 7. Gambar di bawah ini berfungsi untuk .... a. mengukur diameter luar b. mengukur diameter dalam c. memutar spindle d. mengukur kedalaman e. mengunci spindle Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah d. mengukur kedalaman 8. Alat ukur pada gambar di bawah ini berfungsi .... a. mengukur diameter luar b. mengukur diameter dalam c. memutar spindle d. mengukur kedalaman e. sebagai pembanding Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah e. sebagai pembanding 9. Gambar di bawah ini merupakan tahapan pengukuran menggunakan dial indicator pada tahap .... a. memeriksa eksentrisitas b. memeriksa kebulatan poros c. memeriksa kesejajaran bidang d. pemeriksaan besar sudut e. mengukur panjang Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah c. memeriksa kesejajaran bidang 10. Gambar dibawah ini menunjukkan ukuran …. a. 7,84 mm b. 7,54 mm c. 7,34 mm d. 5,27 mm e. 7,34 mm Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah e. 7,34 mm 11. Gambar dibawah ini yang merupakan tahapan pengukuran menggunakan dial indicator pada tahap …. a. Memeriksa eksentrisitas b. Memeriksa kebulatan poros c. Memeriksa kesejajaran bidang d. Pemeriksaaan besar sudut e. Mengukur panjang Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah b. Memeriksa kebulatan poros 12. Gambar dibawah ini merupakan tahapan pengukuran menggunakan nilai dial indicator pada tahap a. Memeriksa eksentrisitas b. Memeriksa kebulatan poros c. Memeriksa kesejajaran bidang d. Pemeriksaan besar sudur e. Mengukur panjang Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah a. Memeriksa eksentrisitas 13. Berikut merupakan fungsi dari alat pada gambar di bawah ini, kecuali, a. Mengukur ketebalan benda kerja b. Mengukur diameter luar benda -benda silindris c. Mengukur ketebalan silinder d. Mengetahui kesejajaran dua permukaan bidang pada sebuah bend akerja e. Mengukur diameter dalam benda-benda silindris Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah e. Mengukur diameter dalam benda-benda silindris 14. Gambar yang menunjukkan meteran gulung adalah... a . b c d e 15. Bagian yang ditunjukkan oleh angka 2 pada gambar dibawah ini berfungsi untuk …. a. Mengukur ketebalan b. Mengukur kedalaman c. Mengukur diameter luar d. Mengukur diameter dalam e. Mengukur skala nonius Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah d. Mengukur diameter dalam 16. Perhatikan gambar di bawah ini ... Alat tersebut berfungsi untuk a. mengukur kedalaman b. mengukur ketinggian c. mengukur diameter dalam d. mengukur diameter luar e. mengukur ketebalan Jawaban yang benar untuk pertanyaan diatas adalah e. mengukur ketebalan 17. Apa yang dimaksud dengan pengukuran presisi? Pengukuran presisi adalah pengukuran yang dilakukan dengan alat yang memiliki ketelitian tinggi sampai dengan mikron. 18. Apakah perbedaan fungsi jangka bengkok dan jangka kaki? Jangka bengkok berfungsi sebagai mal atau untuk mengukur ukuran luar, di antaranya ketebalan benda kerja, diameter luar benda-benda silindris, kesejajaran dua permukaan boidang pada sebuah benda kerja. Sedangkan jangka kaki berfungsi sebagai mal atau untuk mengukur ukuran dalam, diantaranya diameter lubang, diameter dalam dari pipa, atau celah pada benda kerja. 19. Perhatikan gambar di bawah ini! Berapakah hasil ukuran yang ditunjukkan pada gambar di atas? Skala Utama 49,00 mm Skala Nonius 0,20 mm + Hasil pengukuran 49,20 20. Sebutkan bagian-bagian dari mikrometer! a. Anvil/ landasan dan spindle/ poros ukur berfungsi untuk menyentuh benda yang akan diukur. b. Lock clamp atau pengunci berfungsi mengunci spindle agar saat pengukuran skala tidak bergeser atau berubah. c. Outer sleeve dan inner sleeve merupakan skala utama yang berfungsi untuk membaca skala utama hasil perhitungan. d. Thrimble/skala nonius berfungsi untuk memutar spindle agar dapat meraplat dan merenggang serta membaca skala nonius. e. Ratchet stopper/gurat gerigi berfungsi sebagai peraba halus untuk menyakinkan bahwa spindle sudah menyentuh benda kerja 21. Bagaimana cara mengukur diameter lubang menggunakan telescoping gauge? a. Pilihlah telescoping gauge dengan kapasitas ukur tertentu sesuai dengan range dari komponen yang akan diukur. b. Masukan telescoping gauge ke dalam lubang dan kendurkan penguncinya sehingga poros ukur benar-benar menyentuh bidang yang diukur. c. Kuncilah gerakan poros ukur dengan cara memutar pengunci ke kanan sehingga poros ukur tidak dapat bergerak lagi. d. Keluarkan telescoping gauge yang sudah terkunci tersebut dari lubangnya. e. Ukuriah panjang poros ukur dengan mikrometer luar. Besamya diameter lubang sama dengan angka yang ditunjukkan pada mikrometer. 22. Apakah pengertian dari kestabilan nol? Kemampuan suatu alat ukur untuk kembali ke posisi awal nol, setelah melakukan pengukuran 23. Apakah fungsi dari pegas koil dalam dial indicator? Pegas koil berfungsi sebagai penekan batang bergigi hingga sensor selalu menekan ke bawah 24. Apakah yang dimaksud dengan mistar baja? Mistar baja adalah alat ukur yang terbuat dari baja tahan karat. 25. Sebutkan langkah-langkah mengukur/memeriksa roda gigi! a. Untuk memeriksa silindrisitas diameter roda gigi, gunakan dial test indicator. b. Pasang dial test indicator pada magnetic base atau dudukannya. c. Pasang mandrel pada lubang roda gigi. d. Simpan poros atau mandrel roda gigi pada tumpuan blok V. e. Tempatkan posisi dial test indicator pada salah satu profil gigi kemudian tepatkan skala ukuran dial pada angka nol. f. Putar roda gigi sampai 180° sehingga dial berada pada profil gigi kembali. g. Periksa jam ukur pada dial. h. Silindrisitas dan penyimpangannya akan terbaca pada jam ukur dari dial tersebut. i. Untuk pemeriksaan ulang silindrisitas pada bagian lainnya dilakukan sesuai langkah tersebut di atas. j. Pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap diameter luar dan atau diameter dalam roda gigi. 26. Apa sajakah faktor yang memengaruhi hasil pengukuran benda ukur dengan menggunakan mistar geser? a. Faktor si pengukur. b. Benda yang diukur. c. Pengaruh lingkungan. d. Cara menggunakan alat ukur. 27. Sebutkan bagian-bagian vernier caliper a. Rahang pengukur diameter luar. b. Rahang pengukur diameter dalam. c. Pengukur kedalaman. d. Sfopper/baut pengunci. e. Skala utama main scale. f. Skala vernier vernier sca/e/nonius. 28. Menunjukkan ukuran berapa dial gauge di bawah ini? Posisi jarum panjang = 6 x 0,01 mm - 0,06 mm Posisi jarum pendek = 3 x 1 mm = 3,00 mm Jadi, hasil pengukurannya adalah 0,06 + 3,00 = 3,06 mm 29. Bagaimana prosedur penggunaan small hole gauge? a. Pilihlah small hole gauge dengan kapasitas ukur tertentu sesuai dengan range dari komponen yang akan diukur. b. Masukkan small hole gauge ke dalam lubang dan kendurkan penguncinya sehingga poros ukur benar-benar menyentuh bidang yang diukur. c. Kuncilah gerakan poros ukur dengan cara memutar pengunci ke kanan, sehingga poros ukur tidak dapat bergerak lagi. d. Keluarkan small hole gauge yang sudah terkunci tersebut dari lubangnya. e. Ukurlah panjang poros ukur dengan mikrometer diameter lubang sama dengan angka yang ditunjukkan pada mikrometer. 30. Sebutkan macam-macam mikrometer dan kegunaannya! a. Outside micrometer, digunakan untuk mengukur diameter luar. b. Inside micrometer mikrometer dalam digunakan untuk mengukur diameter dalam. c. Mikrometer kedalaman micrometer depth gauge , digunakan untuk mengukur kedalaman lubang. 31. Apa fungsi aiat batas toleransi pada dial gauge? Alat batas toleransi untuk melihat batas pergerakan jarum panjang ke arah kiri dan kanan, pada saat proses pengukuran benda kerja. 32. Sebutkan skala pada jangka sorong! Skala utama dan skala nonius. 33. Bagaimana cara menggunakan mikrometer? a. Membuka pengunci mikrometer sekrup kemudian membuka celah antara spindle dan anvil sedikit lebih besar dari benda yang akan diukur dengan cara memutar ratchet knob. b. Masukkan benda yang akan diukur di antara spindle dan anvil. c. Geserkan spindle ke arah benda dengan cara memutar ratchet knob sampai terdengar bunyi klik. Jangan sampai terlalu kuat, cukup sampai benda tidak jatuh saja. d. Kunci mikrometer sekrup agar spindle tidak bergerak.' e. Keluarkan benda dari mikrometer sekrup dan baca skalanya. 34. Jelaskan tentang mal radius! Mal radius umum diproduksi dalam bentuk set yang terdiri dari beberapa tingkat besaran radius misalnya R1 - 7 mm baik untuk pemeriksaan radius luar maupun radius dalam. Mal radius dibuat dari pelat baja perkakas. 35. Apa fungsi telescoping gauge? Telescoping gauge digunakan untuk mengukur diameter dalam komponen yang agak ke dalam. 36. Apakah fungsi dial caliper? Dial caliper berfungsi untuk mengukur lebar lubang atau celah. 37. Bagaimana cara mengukur baut dengan jarak uliran kecil? a. Ambil batang ulir yang akan diperiksa. b. Hitung sebanyak sepuluh jarak kisar. c. Ukur kesepuluh jarak kisar tersebut dengan jangka sorong satuan mm. d. Panjang hasil ukur dibagi dengan 10 jarak kisar menunjukkan jarak kisar ulir tersebut 38. Pada pengukuran dial gauge, jika jarum panjang pada skala besar bergerak sejauh 13 setrip dan jarum pendek Skala pada jarum panjang dibaca 13 x 0,01 mm = 0,13 mm skala pada jarum pendek dibaca 4 x 1 mm = 4 mm maka hasil pengukurannya adalah 0,06 mm + 3 mm = 4,13 mm 39. Berapakah ketelitian dial callipe Ketelitian dial calliper mencapai 0,025 mm 40. Sebutkan 10 ukuran kaliper yang terdapat dalam satu set feeler gauge! 0,05; 0,10; 0,15; 0,20; 0,30; 0,40; 0,50; 0,60; 0,70; dan 0,80 mm. 41. Mengapa ketika melakukan pengukuran celah menggunakan feeler gauge, tidak boleh mencoba untuk memaksakan kaliper yang terlalu sesak? Karena bisa menyebabkan kaliper bengkok dan mungkin akan terjadi perubahan bentuk yang tetap
berikut ini yang termasuk kegiatan pengukuran adalah